Beberapa waktu lalu saya ditunjuk menjadi pembicara di acara Temu Alumni Teknik Informatika ITS yang diadakan di Jakarta. Materi yang akan disampaikan adalah berupa cerita tentang dunia kerja, pengalaman kerja, serta skill untuk diterima kerja. Tulisan ini khusus membahas materi yang terakhir, yaitu skill yang diperlukan agar dapat diterima kerja.
Tentunya jawabannya bisa bermacam-macam. Tiap orang dan tiap bidang pekerjaan memiliki jawaban yang spesifik dan mungkin tidak bisa digeneralisir. Oleh karena itu mungkin saya hanya bisa memberikan advise berdasarkan pengalaman saya sebagai karyawan IT di perusahaan multinasional US yang beroperasi di Indonesia.
1. Kemampuan Bahasa Inggris.
Kemampuan bahasa inggris di jaman global yang serba ketat persaingannya ini menjadi suatu kewajiban bagi setiap mahasiswa yang ingin sukses di dunia kerja. Bahkan sebelum anda resmi bekerja, yaitu di tahap wawancara, ada kemungkinan orang yang mewawancarai anda adalah orang asing atau orang lokal yang mewawancarai dengan bahasa inggris.
Di dunia kerja anda mungkin akan berhubungan dengan orang asing, dokumen bahasa inggris atau tools pekerjaan yang manual-nya adalah bahasa inggris. Tanpa kemampuan bahasa inggris yang baik, karir anda akan terhambat, cepat atau lambat.
Anda mungkin berpikir bahwa anda mencoba bekerja di Bank atau perusahaan lokal, sehingga tidak perlu bahasa inggris. Anda salah besar. Beberapa Bank lokal yang menjadi customer saya di tahun 2007/2008, di tahun 2009 menjadi perusahaan asing alias diakuisisi oleh perusahaan asing! Otomatis pegawai yang tidak bisa berbahasa inggris akan mengalami kesulitan.
Beberapa waktu lalu, IBM melakukan road show ke kampus-kampus pilihan Indonesia untuk proses seleksi awal pegawai baru. Dimulai dari ITB, UI, UGM sampai ITS. Hasilnya adalah ITB memiliki tingkat kelulusan test tertinggi, disusul UI, UGM dan yang paling akhir adalah ITS (Ga heran IBM dikuasai ITB..hehehe). Ternyata yang menentukan tingkat kelulusannya adalah kemampuan bahasa inggris. Soal-soal ujian IBM memang standard internasional, artinya soal-soal tersebut diberikan dalam bahasa inggris dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan fresh graduate jurusan apa saja di seluruh dunia. Soal-soal tersebut tidaklah terlalu susah sebenarnya. Hanya logika saja. Namun apa artinya tingkat intelijensi yang tinggi jika mereka tidak bisa mengartikan maksud soalnya?







